Rabu, 30 Oktober 2019

I. Access Control List

Pengertian ACL

    ACL (Access Control List) merupakan metode selektivitas terhadap packet data yang akan dikirimkan pada alamat yang dituju. Secara sederhana ACL dapat kita ilustrasikan seperti halnya sebuah standard keamanan. Hanya packet yang memiliki kriteria yang sesuai dengan aturan yang diperbolehkan melewati gerbang keamanan, dan bagi packet yang tidak memiliki kriiteria yang sesuai dengan aturan yang diterapkan, maka paket tersebut akan ditolak. ACL dapat berisi daftar IP address, MAC Address, subnet, atau port yang diperbolehkan maupun ditolak untuk melewati jaringan.

Jenis-jenis ACL

standard ACL

Standard ACL merupakan jenis ACL yang paling sederhana. Standard ACL hanya melakukan filtering pada alamat sumber (Source) dari paket yang dikirimkan. Alamat sumber yang dimaksud dapat berupa alamat sumber dari jaringan (Network Address) atau alamat sumber dari host. Standard ACL dapat diimplementasikan pada proses filtering protocol TCP, UDP atau pada nomor port yang digunakan. Meskipun demikian, Standard ACL hanya mampu mengijinkan atau menolak paket berdasarkan alamat sumbernya saja. Berikut ini adalah contoh konfigurasi dari Standard ACL.
Router(config)#access-list list list [nomor daftar akses IP standar] [permit / deny] [IP address] [wildcard mask]
Pada konfigurasi di atas, nomor daftar akses IP adalah 1 – 99, kemudian permit / deny adalah sebuah parameter untuk mengizinkan atau menolak hak akses. IP address diisi dengan alamat pengirim atau alamat asal, kemudian wildcard mask adalah untuk menentukan jarak dari suatu subnet.

Extended ACL

Extended ACL merupakan jenis ACL yang mampu memberikan tingkat keamanan yang lebih baik ketimbang Standard ACL. Extended ACL mampu melakukan filtering pada alamat sumber (source) dan alamat tujuan (destination). Selain itu extended ACL memberikan keleluasaan kepada admin jaringan dalam melakukan proses filtering dengan tujuan yang lebih spesifik.
Router(config)#access-list [nomor daftar akses IP extended] [permit atau deny] [protokol] [source address] [wildcard mask] [destination address] [wildcard mask] [operator] [informasi port]
Pada konfigurasi diatas, nomor daftar akses IP extended adalah 100 – 199, kemudian sama dengan standart ACL permit atau deny adalah sebuah parameter untuk mengizinkan atau menolak hak akses. Protokol dapat diisi dengan TCP, UDP, dsb. Destination address diisi dengan alamat yang akan dituju, wildcard mask untuk menentukan jarak subnet. Operator dapat diisi seperti eq

Cara Kerja ACL

Prinsip dasar cara kerja ACL adalah mencocokkan setiap packet yang akan dikirim dengan informasi yang telah dipetakan sebelumnya didalam daftar akses. Seandainya packet yang dikirim sesuai dengan kriteria yang didefinisikan didalam daftar akses, maka packet tersebut akan diijinkan (permit) untuk melawati router untuk kemudian diteruskan ke alamat yang dituju oleh packet. Tetapi, seandainya packet yang dikirim tidak sesuai dengan kriteria yang telah didefinisikan didalam daftar akses, maka packet yang akan dikirim tersebut langsung ditolak(deny).

Fungsi ACL

Fungsi dari ACL adalah sebagai berikut :
  • Membatasi trafik jaringan untuk meningkatkan kinerja jaringan.
  • Mengatur jalur trafik, salah satu contohnya adalah menghentikan routing update jika tidak diperlukan untuk menghemat bandwith.
  • Pengontrolan daerah klien untuk mendapatkan akses jaringan.
  • Dapat memberikan hak akses keamanan dalam jaringan.
  • Memutuskan atau memblock trafik melalui interface router.

Jenis Traffic ACL

  • Inbound ACL, Pada jenis ini, paket data yang datang dari arah dalam diproses sebelum dilakukan proses routing ke interface yang menuju arah keluar
  • Outbond ACL, Pada jenis ini, paket data yang datang dari arah luar diarahkan ke interface router kemudian di proses oleh ACL tersebut

Kelebihan dan kekurangan ACL

kelebihan

    • Keamanan yang baik untuk setiap computer atau server.
    • Mengatur jalur komunikasi jaringan dengan menggunakan teknik routing.
    • Jalur komunikasi yang terdifinisi.

Kekurangan

  • Komunikasi untuk setiap komputer terbatas.
  • Implementasi ACL membutuhkan waktu yang cukup lama karena melibatkan struktur komunikasi router.[1] computernetworkingnotes.com, “network-security-access-lists-standards-and-extended/access-control-list.html,” [Online]. Available: http://computernetworkingnotes.com/network-security-access-lists-standards-and-extended/access-control-list.html. [Diakses 7 Mei 2016].

   
   

H. Inter-VLAN Routing

INTER VLAN ROUTING
LAN atau Local Area Network adalah jaringan komputer yang hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil.

VLAN (Virtual Local Area Network) adalah jaringan LAN virtual atau tidak nyata yang dibuat dengan menggunakan switch serta berguna untuk membagi broadcast domain, pembagian dilakukan tanpa memperhatikan lokasi dari sisi dimana perangkat ditempatkan. Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai routing pada router dengan VLAN yang berbeda. Perlu diingat bahwa satu VLAN adalah satu alamat jaringan sehingga memiliki satu broadcast domain juga. Karena VLAN bekerja pada layer 2 OSI maka dibutuhkan perangkat layer 3 untuk menghubungkan VLAN yang berbeda.
Beberapa Jaringan LAN atau VLAN dapat saling dihubungkan dengan menggunakan Router. Jaringan LAN atau VLAN sendiri terdiri oleh beberapa komputer yang saling terhubung dengan menggunakan Switch.

Inter - vlan routing adalah membuat routing antar vlan supaya bisa saling berhubungan dengan menambahkan sebuah router.

Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai penghalaan. Proses penghalaan terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari protokol tumpukan (stack protocol) tujuh-lapis OSI.

Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).  

Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:
·         static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.
·         dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan denganrouter lainnya.
 Dalam suatu table static routing minimal harus
terdapat informasi mengenai :
1.   IP address tujuan,
2.   IP address next hop router (gateway),
3.   Flag, yang menyatakan jenis routing,
4.   network interface tempat datagram dilewatkan.
Ada empat parameter penting yang harus diketahui oleh seorang network administrator
ketika ingin mengkonfigurasi sebuah static routing dalam jaringan yaitu :
1.   Network destination (network atau jaringan tujuan)
2.   Netmask  pada  network  destination  (IP  subnet  mask  pada  network  atau  jaringan
tujuan)
3.   Default Gateway (gerbang keluar sebuah local network ke network lain)
4.   Interface untuk lalulintas datagram (interface yang digunakan oleh default gateway)

Contoh cara membuat jaringan dengan Inter – VLAN Routing dan Routing Static

Langkah - Langkahnya :
1. Membuat struktur jaringan seperti gambar di atas

2. Mengkonfigursi  ip  address  VLAN  admisnitrasi  dengan  network  192.168.1.0/24 dan VLAN management dengan network 192.168.2.0/24 .  Berikut  ini contoh konfigurasi ip address pada salah satu PC dalam jaringan tersebut.

3. Membuat dan mengkonfigurasi jaringan VLAN Administrasi dan VLAN Managemen menggunakan Switch

Mengkonfigurasi jaringan VLAN
a)  Membuat VLAN
Switch> en
Switch# configure terminal
Switch(config)# vlan 2
Switch(config-vlan)# name administrasi
Switch(config-vlan)# exit
Switch(config)# vlan 3
Switch(config-vlan)# name managemen
Switch(config-vlan)# exit
b)  Konfigurasi interface pada switch (sesuaikandengan interface padapekerjaanAnda)
Switch(config)# interface range fa0/1-3   (range interface untuk VLAN 2)
Switch(config-if-range)# switchport mode access
Switch(config-if-range)# switchport access vlan 2
Switch(config-if-range)# exit
Switch(config)# interface range fa0/4-6 (range interface untuk VLAN 3)
Switch(config-if-range)# switchport mode access
Switch(config-if-range)# switchport access vlan 3
Switch(config-if-range)# exit
Switch(config)# interface range fa0/7 (interface yang tersambungke router)
Switch(config-if-range)# switchport mode trunk
Switch(config-if-range)# exit
4. Mengkonfigurasi dan ambahkan 1 buah router pada switch interface 24 dan interface fa0 pada router.
Mengkonfigurasi Router
Router> en
Router# configure terminal
Router(config)# interface fa0/0
Router(config-if)# no shutdown
Router(config-if)# interface fa0/0.2 (mendaftarkan sub interface fa0/0)
Router(config-subif)# encapsulation dot1Q 2 (mendaftarkanke VLAN ID 2)
Router(config-subif)#  ip  address  192.168.1.254  255.255.255.0  (mendaftarkanip address  untuksub interface fa.0/0.2 denganip address 192.168.1.254 255.255.255.0)
Router(config-subif)# exit
Router(config-if)# interface fa0/0.3 (mendaftarkan sub interface fa0/0)
Router(config-subif)# encapsulation dot1Q 3 (mendaftarkanke VLAN ID 3)
Router(config-subif)#  ip  address  192.168.2.254  255.255.255.0  (mendaftarkanip  address  untuk sub interface fa.0/0.3 denganip address 192.168.2.254 255.255.255.0)
Router(config-subif)# exit
Router(config)# exit
h.   Pengecekan koneksi dengan ping

C. Membangun LAN dengan Catalyst Cisco

 MEMBANGUN LAN DENGAN CATALYST CISCO

 

 Jaringan adalah kumpulan beberapa perangkat computer dalam suatu area tertentu yag berguna untuk saling bertukar atau sharing data dan informasi. Tentunya dengan membuat jaringan kia dapat menghemat waktu dalam pengiriman data dan pastinya hemat biaya juga. Buat kali kita akan membuat simulator nya dengan menggunakan Cisco Packet Tracer.
Berikut adalah contoh sederhana dalam membuat sebuah Jaringan LAN
Adapun alat dan bahan yang kita butuhkan antara lain:
Cisco Paket Tracer
Switch
PC 5 unit
Laptop 5 unit
Kabel Straight

Adapun tahap pembuatan nya adalah sebagai berikut:
Pertama tama, kita siapkan dulu switch nya, kita ambil switch yg type nya 2950-24, kita ubah namanya yang dari Switch1 menjadi Switch


Lalu setelah itu kita siapkan terlebih dahulu 5 unit PC dan 5 unit Laptop nya


Lalu kita sambungkan pc ataupun laptop tersebut pada switch yang telah ada menggunakan kabel STRAIGHT

Setelah semua tersambung dan kabel nya muncul lampu di tiap ujung nya berwarna hijau menandakan bahwa PC ataupun laptop nya sudah saling terhubung ke Switch nya. Tetapi tunggu dulu, tahap nya belum selesai kita harus men setting IP nya terlebih dahulu, berikut daftar setting IP nya
diatas adalah setting IP pada PC 2
Diatas adalah tampilan untuk IP pc clien yg kedua, untuk client yang lainnya dapat disetting berurutan sesuai dengan urutan IP diatas, dengan catatan gateway nya sama saja yaitu 192.168.0.1
Berikut daftar IP nya:

PC 2
IP: 192.168.0.2
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1


PC 3

IP: 192.168.0.3

Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1


PC 4

IP: 192.168.0.4

Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1


PC 5

IP: 192.168.0.5

Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1


PC 6

IP: 192.168.0.6

Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1


Laptop 2

IP: 192.168.0.7
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1


Laptop 3

IP: 192.168.0.8
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1


Laptop 4

IP: 192.168.0.9
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1


Laptop 5

IP: 192.168.0.10
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1



Laptop 6
IP: 192.168.0.11
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.0.1

Itu adalah daftar IP nya, dari simulasi diatas, kita dapat membuktikan nya dengan mencoba test PING, sebagai contoh ping dari PC 2 ke PC3, dan dari PC 2 ke laptop 6, berikut screenshoot nya



Test PING


Jika pesannya sudah reply maka simulasi pembuatan jaringan kita berhasil, dan penerapan jaringan LAN ini dapat kita gunakan ataupun terapkan di kehidupan kita, seperti contohnya saya beserta teman teman saya selalu menggunakan jaringan LAN ini untuk bermain game OFFLINE bersama.

G. Trunking Protocol


TRUNKING PROTOCOL



A. Pengertian

VLAN Trunking Protocol (VTP) adalah protokol proprietary Cisco yang menyebarkan definisi Virtual Local Area Network (VLAN) di seluruh jaringan area lokal. Untuk melakukan ini, VTP membawa informasi VLAN ke semua switch di domain VTP.

B. Latar Belakang

Dengan menggunakan VTP, konfigurasi VLAN hanya perlu dilakukan di satu switch saja. Secara otomatis penambahan dan perubahan VLAN akan advertise ke switch lainnya sehingga VLAN database di semua switch akan selalu konsisten.

C. Maksud dan Tujuan

Untuk mempercepat konfigurasi karena dengan menggunakan VTP kita hanya mengkonfigurasi pada satu switch.

D. Pembahasan



VTP


Pada Perangkat Cisco, VTP (VLAN Trunking Protocol) mempertahankan konsistensi konfigurasi VLAN di satu jaringan Layer 2 tunggal. VTP menggunakan frame Layer 2 untuk mengatur penambahan, penghapusan, dan penggantian nama VLAN dari switch dalam mode klien VTP. VTP bertanggung jawab untuk menyinkronkan informasi VLAN dalam domain VTP dan mengurangi kebutuhan untuk mengkonfigurasi informasi VLAN yang sama pada setiap switch sehingga meminimalkan kemungkinan inkonsistensi konfigurasi yang timbul saat terjadi perubahan.



Kelebihan VTP
  • Konsistensi konfigurasi switch
  • Distribusi dinamis vlan di seluruh jaringan
  • Konfigurasi menggunakan plug an play pada saat menambahkan vlan baru
Kekurangan VTP
  • Harus membuat VTP domain pada saat sebelum membuat Vlan baru
  • Kemungkinan hilangnya vlan pada switch besar
  • Pengaturan VTP yang tidak cocok dapat mengakibatkan masalah dalam menegosiasikan batang VLAN
Frame VTP

Karena trunk link dapat digunakan untuk mentransmisi beberapa VLAN, switch harus mengidentifikasi frame setiap VLAN pada waktu mereka dikirim atau diterima melalui trunk link. Identifikasi frame atau tagging, memberi ID yang berbeda untuk setiap frame yang melewati trunk link. ID ini dapat dianggap sebagai nomor VLAN atau “warna” VLAN, karena setiap VLAN yang digambar pada diagram jaringan mempunyai warna yang berbeda. 

Identifikasi frame VLAN dikembangkan untuk jaringan switch. Pada waktu setiap frame melewati trunk link, suatu pengenal ditambahkan dalam kepala frame. Pada waktu switch yang dilalui menerima frame ini, mereka akan memeriksa pengenalnya untuk mengetahui milik siapa frame tersebut.  



VTP Domain

Tujuan utama VTP adalah untuk menyediakan fasilitas sehingga switch Cisco dapat diatur sebagai sebagai suatu grup. Sebagai contoh, jika VTP dijalankan pada semua switch Cisco Anda, pembuatan VLAN baru pada satu switch akan menyebabkan VLAN tersebut tersedia pada semua switch yang terdapat VTP management domain yang sama.

VTP management domain merupakan sekelompok switch yang berbagi informasi VTP. Suatu switch hanya dapat menjadi bagian dari satu VTP management domain, dan secara default tidak menjadi bagian dari VTP management domain manapun.

Dari sini dapat kita lihat mengapa VTP sangat menguntungkan. Bayangkanlah suatu lingkungan di mana administrator jaringan harus mengatur 20 switch atau lebih. Tanpa VTP, untuk membuat VLAN baru administrator harus melakukannya pada semuanya switch yang diperlukan secara individu. Namun dengan VTP, administrator dapat membuat VLAN tersebut sekali dan VTP secara otomatis akan menyebarkan (advertise) informasi tersebut ke semua switch yang berada di dalam domain yang sama.

Selasa, 29 Oktober 2019

F. VTP (Virtual Trunking Protocol)


 VTP ( VIRTUAL TRUNKING PROTOCOL )


VTP merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna dalam lingkungan switch skala besar.
      VTP  sangat membantu dalam suatu penggunaan VLAN, jika semisal ada tiga buah switch dengan masing-masing 5 PC. Jika kita ingin menggunakan VLAN kita harus mengkonfigurasi satu per satu pada setiap pc yang ada.dan itu cukup merepotkan jika terdapat banyak PC.
Namun jika menggunakan mode VTP kita cukup mengkonfigurasi salah satu switch sebagai mode server, dengan begitu kita hanya mengkonfigurasi pada satu switch saja. Dan menempatkan salah satu switch lainnya sebagai mode client agar si switch itu dapat menerima VLAN yang ada di switch server. Jadi secara otomatis VLAN itu dibroadcast kepada switch yang bertindak sebagai mode client.

Adapun beberapa mode dalam VTP yaitu :



 > Mode Server, adalah mode default untuk semua switch catalyst,artinya dalam satu domain membutuhkan minimal satu VTP server yang bertindak menyebarkan informasi VLAN keseluruh switch dalam satu domain.
 > Mode Client, adalah mode yang hanya bisa menerima informasi VLAN dari VTP server, si VTP client ini tidak diperbolehkan mengubah atau menghapus VLAN manapun.
 > Mode Transparent, mode ini tidak berpartisipasi dalam VTP, di mode ini hanya sebagai pintu masuk untuk menuju ke mode client. Jika terdapat VLAN yang sama antara server dan client maka mode ini akan meneruskan informasi ke client (succesfull). Namun jika tidak sama maka akan terjadi failed dalam suatu koneksi.

Keuntungan menggunakan VTP :

 > Konfigurasi VLAN yang lebih stabil di semua switch di network
 > Pengiriman VLAN terjadi hanya di trunk port
 > Tracking dan monitoring VLAN yang akurat

Rabu, 23 Oktober 2019

E. Tipe VLAN



 TIPE VLAN
 
 VLAN dibagi menjadi 3:

       1. VLAN Data
VLAN data adalah VLAN yang dikonfigurasi hanya untuk membawa traffic yang diperlukan untuk traffic tertentu digunakan oleh user.
     2. Default VLAN
adalah kondisi dimana semua port yang terdapat pada switch menjadi anggota VLAN setelah boot up switch dinyalakan. Konfigurasi ini membuat semua port menjadi aktif akan berada pada satu broadcast domain.
     3. Native VLAN
Sebuh native VLAN diberikan ke sebuah 802.1Q trunk port. 802.1Q trunk port mendukung traffic yang datang dari banyak VLAN (tags traffic atau tags port). 802.1Q trunk port ditempatkan bersama dengan port untags agar setiap anggota pada VLAN untags mampu mentransmisikan data keluar dari switch 1 menuju switch 2 yang memiliki keanggotaan sama pada VLAN yang terdapat pada switch 1.
      4.Management VLAN
Adalah konsep ketika anda dapat menggunakan port VLAN sebagai jalur akses melakukan konfigurasi switch.Pada prinsipnya switch yang bekerja pada 2 layer tidak dapat anda berikan konfigurasi alokasi pengalamatan IP address pada salah satu portnya.Dengan tujuan agar dapat dilakukan remote akses seperti telnet dan SSH.
 

D. VLAN ID

 A. PENGERTIAN VLAN ID

         VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik  seperti LAN, hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan atau membuat virtual switch didalam switch dalam local area network.

VLAN ID

Untuk memberi identitas sebuah VLAN digunakan nomor identitas VLAN yang dinamakan VLAN ID. Digunakan untuk menandai VLAN yang terkait. Dua range VLAN ID adalah:
a. Normal Range VLAN (1 – 1005)
  Digunakan untuk jaringan skala kecil dan menengah.
  • Nomor ID 1002 s.d. 1005 dicadangkan untuk Token Ring dan FDDI VLAN.
  • ID 1, 1002 – 1005 secara default sudah ada dan tidak dapat dihilangkan.
  • Konfigurasi disimpan di dalam file database VLAN, yaitu vlan.dat. file ini disimpan dalam memori flash milkik switch.
  • VLAN trunking protocol (VTP), yang membantu manajemen VLAN, hanya dapat bekerja pada normal range VLAN dan menyimpannya dalam file database VLAN.
b. Extended Range VLANs (1006 – 4094)
Memungkinkan para service provider untuk memperluas infrastrukturnya kepada konsumen yang lebih banyak. Dibutuhkan untuk perusahaan skala besar yang membutuhkan jumlah VLAN lebih dari normal.Memiliki fitur yang lebih sedikit dibandingakn VLAN normal range.
  • Disimpan dalam NVRAM (file running configuration).
      --VTP tidak bekerja di sini.

B. Switch

A. Pengertian Switch Adalah

       Secara umum, pengertian switch adalah suatu komponen jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa perangkat komputer agar dapat melakukan pertukaran paket, baik menerima, memproses, dan meneruskan data ke perangkat yang dituju.
Pendapat lain mengatakan, pengertian switch adalah jenis komponen jaringan komputer yang digunakan untuk menghubungkan beberapa HUB dalam membentuk jaringan komputer yang lebih besar dan membutuhkan bandwidth yang cukup besar.
Tidak seperti HUB, switch bekerja dengan lebih efisien, terarah, dan langsung pada alamat yang dituju, baik dalam pertukaran data, memproses, serta mengirim data. Switch dapat mendeteksi tujuan data sehingga dapat mencegah terjadinya ‘tabrakan’ pada saat data dikirim.
Baca juga: Topologi Jaringan Komputer

B. Fungsi Switch Secara Umum

Secara umum, fungsi switch dalam jaringan komputer adalah sebagai concentrator yang menerima dan membagikan data antar perangka komputer. Adapun beberapa fungsi switch adalah sebagai berikut:
  1. Address Learning; switch mampu mencatat alamat MAC address dari suatu perangkat jaringan yang terhubung dengannya. Saat switch menerima data, switch akan mencatat MAC address pengirim dan mempelajari kemana data tersebut harus dikirim.
  2. Menyaring/ Meneruskan Data Frame; Switch juga dapat menyaring dan meneruskan suatu paket data yang diterima ke alamat tujuan, ke alamat MAC address mana, dan port berapa. Dengan begitu, maka proses pengiriman data tidak akan mengalami tabrakan.
  3. Looping Avoidance; switch mampu mencegah terjadinya looping (data hanya berputar-putar pada port-port switch) ketika data yang diterima tidak diketahui tujuannya. Data yang diterima dapat diteruskan ke alamat tujuan dengan cara memblok salah satu port yang terhubung dengan perangkat lainnya. 

 C. Cara Kerja Switch

Pada dasarnya cara kerja switch mirip seperti HUB, yang membedakan keduanya adalah kemampuan switch yang lebih baik dan efisien dalam pertukaran data, memproses, serta mengirim data.
Pada praktiknya, switch akan menerima data dari perangkat lainnya yang terkoneksi dengannya. Lalu switch mendeteksi dan mencocokkan alamat MAC Address perangkat yang dituju dengan data tabel yang dimilikinya.
Selanjutnya, switch akan membuat suatu logika koneksi dengan port yang terhubung dengan perangkat tujuan. Dengan begitu, data yang dikirimkan hanya akan diterima oleh port yang dituju, sedangkan port lainnya tidak dapat menerima data tersebut sehingga mengurangi potensi terjadinya ‘tabrakan’ data.
Baca juga: Pengertian Bandwidth

D. Jenis-Jenis Switch

Berdasarkan model OSI (Open System Interconnection), switch dapat dibedakan menjadi dua jenis. Adapun penjelasan mengenai jenis-jenis switch adalah sebagai berikut:
  1. Switch Layer 2, beroperasi Data Link layer pada lapisan model OSI. Jenis switch ini dapat meneruskan paket data dengan mendeteksi MAC Address tujuan. Switch ini juga dapat melakukan fungsi bridge antara beberapa segmen LAN (Local Area Network) sebab switch mengirimkan paket-paket data dengan cara melihat alamat yang dituju tanpa mengetahui protokol jaringan yang digunakan.
  2. Switch Layer 3, terdapat di Network Layer pada lapisan model OSI. Jenis switch ini dapat meneruskan paket data dengan menggunakan alamat IP suatu perangkat. Switch ini disebut juga dengan switch routing atau switch multi-layer.

Adapun beberapa jenis atau tipe switch antara lain sebagai berikut:

ATM Switch

ATM (Asynchronous Transfer Mode) ialah mode transfer yang dibuat berupa sel-sel. Maksud asinkronus adalah mengulang sel yang mengandung informasi dari user dengan tidak menggunakan periodik.

ISDN Switch

ISDN (Integrated Services Digital Network) Switch atau Frame Relay Switch Over ISDN ini seringkali ada di Service Provide bekerja seperti pada switch, tetapi mempunyai perbedaan pada interface yang dipakai dalam bentuk ISDN card atau ISDN router.

DSLAM Switch

A Digital Subscriber Line Access Multiplexer (DSLAM, baca dee-lam) membuat telepon garis untuk membuat koneksi cepat ke internet. Digital Subscriber Line Acces Multiplexer ini adalah perangkat jaringan, yang berada di bursa telepon dari penyedia layanan.
Layanan yang terhubung ke beberapa pelanggan Digital Subscriber Lines (DSLs) dengan kecepatan tinggi backbone internet line memakai multiplexing teknik. Dengan ditempatkannya DSLAMs pada lokasi terpencil dengan sentral telepon, perusahaan telepon menyediakan layanan DSL ke lokasi sebelumnya pada luar jangkauan efektif.

Ethernet Switch

Switch Ethernet merupapan LAN interkoneksi perangkat yang bekerja di lapisan data-link (lapisan dua) dari model referensi OSI, saklar pada dasarnya serupa dengan jembatan, tetapi mendukung jumlah yang lebih besar dari segmen LAN tersambung dan mempunyai kemampuan manajemen yang lebih banyak.
LAN modern semakin diganti media bersama diaktifkan, dengan melakukan instalasi switch etherne dan jembata di tempat hub dan repeater. Partisi logis ini adalah lalu lintas ke perjalanan hanya beberapa segmen jaringan pada jalur antara sumber dan tujuan.
Hal tersebut akan membuat bandwith berkurang agar tidak terbuang dari hasil dari pengiriman paket ke bagian jaringan yang tidak perlu menerima data. Ada manfaat dari pengamanan ditingkatkan (penggunaan kurang bisa tap-in ke data pengguna lain).
Manajemen yang lebih baik (agar bisa mengontrol siapa yang menerima informasi apa yakni virual LAN) dan untuk membatasi dampak dari masalah jaringan. Dan juga kemampuan untuk melakukan operasi beberapa link di full duplec (duplex lebih dari setengah dibutuhkan untuk mengakses bersama-sama.

 

I. Access Control List

Pengertian ACL     ACL (Access Control List) merupakan metode selektivitas terhadap packet data yang akan dikirimkan pada alamat yang...